Founder:

TOMMY F AWUY
Tommy Awuy adalah dosen tamu filsafat di beberapa perguruan tinggi (Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Daya Indonesia Performing Arts Academy, ISI Denpasar), dan dosen filsafat seni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Menjuri di berbagai festival film, 8 kali menjuri Festival Film Indonesia (FFI). Juri tunggal final Piala Film Pendek Jawa Barat 2018 (Piala Tommy F Awuy). Juri Apresiasi Film Indonesia (API) 2015 – 2016. Tiga kali juri Lomba Skenario Film Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kurator seni rupa sejak 1999 – sekarang.
Menulis beberapa buku tentang isu seni, budaya, dan filsafat. Pemilik Philo Art Space Fine Art Gallery dan Reading Room Café di Kemang, Jakarta Selatan. Anggota APESI (Asosiasi Pencipta Seni Indonesia), dan anggota Komunitas PURBA Bali. Pembina beberapa Yayasan seni dan budaya.

Amalia Ahmad
Direktur Eksekutif
Amalia adalah Produser TV Indonesia dan Direktur GPP Films di Jakarta dan Bali. Amalia berpengalaman lebih dari 20 tahun bekerja di TV, berita, media cetak, iklan, dokumenter, fitur berita, berita terkini dan produksi digital. Ia terbiasa membuat misi yang mustahil menjadi mungkin. Amalia telah bekerja dengan beberapa perusahaan ternama dan internasional terbesar dari seluruh dunia. Klien utamanya termasuk NBC News America yang bekerja untuk Andrea Mitchell & Savannah Gutrie, BBC untuk Equator Documentary – Co-hosting dengan Simon Reeve, dan telah bekerja dengan Chris Peckham yang legendaris, National Geographic, Animal Planet dengan Geoff Corwin, Netflix, Warner Bros, Discovery Channel, ITN Bab 4 Berita, TV Jerman ZDF, Bab 10 Australia. Dan untuk iklan, kliennya adalah Google, Pure Leaf – Unilever dengan aktris Hollywood Darby Stanchfield dan master teh Unilever Alex White, Nespresso, dan SK-II. Dan media cetak seperti Daily Telegraph, Globe and Mail, Philadelphia Inquirer, Goteborg Posten, dll. Dengan gelar Magister Politik Indonesia dan latar belakang penyiaran yang kuat, Amalia menghadirkan gaya yang unik untuk setiap produksi.

Novi Dwi Jayanti
Telah berpengalaman selama 11 tahun dalam mengelola isu di sektor hukum di seluruh bidang bisnis,
terutama di Hukum Bisnis dalam Penanaman Modal Asing dan Pembebasan Lahan. Memastikan kepatuhan terhadap hukum dan memenuhi persyaratan peraturan dalam ruang lingkup yang luas dan rumit.
Juga terampil sebagai Pengembang Proyek Sosial yang mendalam tentang nilai-nilai kearifan lokal
dengan tetap menyusun strategi proyek terkait pengembangan komunitas yang inovatif. Menjalin
komunikasi / bahasa sosial tentang bagaimana menavigasi politik desa yang kompleks dan perizinan
lokalnya. Keterampilan analitis dan pemecahan masalah yang sangat baik. Keterampilan kepemimpinan
dalam mengelola staf hukum, asisten proyek, urusan umum, hubungan masyarakat, dan sumber daya
manusia.
Saat ini Novi menjabat sebagai Managing Partner Indo Business Law dan aktif di kegiatan sosial budaya
bersama Komunitas Purba. Mengawali karir sebagai staf lokal untuk Konsulat Jenderal India, Bali di bidang konsuler dan tekun mendalami hubungan internasional, keimigrasian, dan kekerabatan diplomatik antara Indonesia – India. Dan 7 tahun terakhir menjadi kepala bidang hukum perusahaan asing manufaktur dan kawasan pariwisata Bali.

Ruben S.
Experienced for 13 years in business, marketing and social development across the nation. Was in
Management Board at Kopi Panas (kopipanas.co.id, bona vide media advertising, design creative & event
organizer). Achieved excellence performance in product branding marketing event such as BMW, Ariston,
Mini Cooper and many other International clients. Revenue of the company increased up to 150% of annual sales within less than a year since he was on board for leading the team.
Most of experiences are managing a dynamic team within property management and projects development. One of the tremendous projects was as a Project Director for East Bali Cashews in 2017, a
largest cashew snack manufacture in South East Asia, with its target to acquire 1,000 Hectares of farmers
land in Eastern Indonesia. In 2018, when earthquake and tsunami hit Northern Indonesia, Palu, Central
Sulawesi, project for constructing a decent residential cluster for 2,000 families was on his desk in exclusive cooperation with Regency Government. At the moment he is the Business Development Director
for Indo Business Law as to maintain frequent communication with clients who interested in investing in
business, either an Indonesian or foreign investor.
Steering Board :

GARIN NUGROHO
Garin memulai debutnya sebagai sutradara dengan Cinta dalam Sepotong Roti (1991) yang meraih 6 nominasi penghargaan Piala Citra. Garin terpilih sebagai Sutradara Muda Terbaik di Festival Film Asia Pasifik di Seoul pada tahun berikutnya. Surat untuk Bidadari memenangkan film terbaik di Festival Film Taormina serta Festival Film Internasional Tokyo, sementara Garin sendiri meraih penghargaan Sutradara Terbaik di Festival Film Internasional Pyongyang dan penghargaan Jury Young Film Maker di Festival Film Internasional Berlin. Filmnya Daun di Atas Bantal juga memenangkan Tokyo International Festival 1998.
Ia juga dipercaya oleh Pemerintah Austria untuk membuat film untuk memperingati 250 tahun kelahiran Mozart. Tahun 2008, Garin kembali ke teater dengan The Iron Bed yang dipentaskan di Teater Zurcher Spektakel di Zurich, Swiss, diadaptasi dari filmnya Opera Jawa yang diambil dari kisah Ramayana yang film tersebut diproduksi oleh Simon Fields.
Karya lainnya dari Garin Nugroho yang fenomenal dan meraih banyak penghargaan di berbagai festival internasional adalah Kucumbu Tubuh Indahmu (2018) dan karya terbarunya sebagai penulis skenario pada film A Perfect Fit (2021).

TOMMY F AWUY
Tommy Awuy adalah dosen tamu filsafat di beberapa perguruan tinggi (Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Daya Indonesia Performing Arts Academy, ISI Denpasar), dan dosen filsafat seni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Menjuri di berbagai festival film, 8 kali menjuri Festival Film Indonesia (FFI). Juri tunggal final Piala Film Pendek Jawa Barat 2018 (Piala Tommy F Awuy). Juri Apresiasi Film Indonesia (API) 2015 – 2016. Tiga kali juri Lomba Skenario Film Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kurator seni rupa sejak 1999 – sekarang.
Menulis beberapa buku tentang isu seni, budaya, dan filsafat. Pemilik Philo Art Space Fine Art Gallery dan Reading Room Café di Kemang, Jakarta Selatan. Anggota APESI (Asosiasi Pencipta Seni Indonesia), dan anggota Komunitas PURBA Bali. Pembina beberapa Yayasan seni dan budaya.

LENI LOLANG
Leni Lolang merupakan CEO dan Executive Produser dari rumah produksi Inno Maleo Films. Sejak terbentuknya pada tahun 2004 sampai dengan saat ini, ia telah banyak berkarya dalm dunia perfilman Indonesia. Bukan hanya film pendek dan iklan inovatif terkenal sudah dihasilkan namun karyanya selalu profesional dan seringkali mendapatkan penghargaan. Sebagai produser iklan dan produser film Indonesia, ia sudah melahirkan film seperti Jagad X Code (2009) dan Laura & Marsha (2013). Leni juga pernah meraih nominasi Cerita Asli Terbaik Festival Film Indonesia 2013 bersama dengan Dinna Jasanti untuk film Laura & Marsha. Film tersebut juga menjadi nominasi Film Cerita Panjang Terbaik Festival Film Indonesia 2013. Pada tahun 2015, Leni menjadi pencetus sekaligus direktur acara FILARTC. Acara yang diselenggarakan tersebut memiliki tujuan untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai film Indonesia. Leni merupakan Ketua Ikatan Alumni Institut Kesenian Jakarta periode 2016 sampai dengan 2020. Leni juga merupakan Ketua Penyelenggara dari Festival Film Indonesia 2017 di Kota Manado, Sulawesi Utara dan Pengurus Badan Perfilman Indonesia sebagai Ketua Bidang Festival Dalam Negeri dan Penghargaan periode 2017 sampai dengan 2020.

I GUSTI AYU LAKSMIYANI
I Gusti Ayu Laksmiyani adalah seorang pemeran, penyanyi, penari, dan penulis lagu Indonesia. Ia telah dinominasikan untuk beberapa penghargaan, termasuk tiga Piala Citra Festival Film Indonesia untuk perannya di film Under the Tree, Sekala Niskala dan Bumi Manusia.
Ayu dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mencintai seni, terutama seni musik. Sejak mengenal dunia panggung pada usia 4 tahun, Ayu mulai aktif berpartisipasi dalam berbagai festival seni, baik dalam skala lokal, nasional, bahkan internasional
Tim Festival:

SARAS DEWI
Direktur Festival
Saras Dewi adalah penyair, penyanyi, dan pengajar di bidang filsafat, juga sebagai aktivis advokasi keadilan bagi perempuan dan penyelamatan lingkungan.
Setelah lulus SMA, Saras memilih Jurusan Filsafat di Universitas Indonesia (UI) Jakarta, hingga ini bergelar Doktor dan mengemban jabatan fungsional sebagai Kepala Program Studi Filsafat periode 2011 – 2016.
Pada 2002 merilis album Chrysan yang melejitkan single “Lembayung Bali.” Beberapa bukunya yang telah terbit adalah buku puisi Jiwaputih (2005) dan filsafat populer Cinta Bukan Cokelat (2009). Ia juga kontributor buku Hak Asasi Manusia: Teori, Hukum, Kasus (2006).
Artikel-artikelnya tentang literatur, feminisme, HAM, filosofi Timur dan etika lingkungan juga terbit di berbagai jurnal.

JOHN BADALU
Direktur Program
Saras Dewi adalah penyair, penyanyi, dan pengajar di bidang filsafat, juga sebagai aktivis advokasi keadilan bagi perempuan dan penyelamatan lingkungan.
Setelah lulus SMA, Saras memilih Jurusan Filsafat di Universitas Indonesia (UI) Jakarta, hingga ini bergelar Doktor dan mengemban jabatan fungsional sebagai Kepala Program Studi Filsafat periode 2011 – 2016.
Pada 2002 merilis album Chrysan yang melejitkan single “Lembayung Bali.” Beberapa bukunya yang telah terbit adalah buku puisi Jiwaputih (2005) dan filsafat populer Cinta Bukan Cokelat (2009). Ia juga kontributor buku Hak Asasi Manusia: Teori, Hukum, Kasus (2006).
Artikel-artikelnya tentang literatur, feminisme, HAM, filosofi Timur dan etika lingkungan juga terbit di berbagai jurnal.

Amalia Ahmad
Direktur Eksekutif
Amalia adalah Produser TV Indonesia dan Direktur GPP Films di Jakarta dan Bali. Amalia berpengalaman lebih dari 20 tahun bekerja di TV, berita, media cetak, iklan, dokumenter, fitur berita, berita terkini dan produksi digital. Ia terbiasa membuat misi yang mustahil menjadi mungkin. Amalia telah bekerja dengan beberapa perusahaan ternama dan internasional terbesar dari seluruh dunia. Klien utamanya termasuk NBC News America yang bekerja untuk Andrea Mitchell & Savannah Gutrie, BBC untuk Equator Documentary – Co-hosting dengan Simon Reeve, dan telah bekerja dengan Chris Peckham yang legendaris, National Geographic, Animal Planet dengan Geoff Corwin, Netflix, Warner Bros, Discovery Channel, ITN Bab 4 Berita, TV Jerman ZDF, Bab 10 Australia. Dan untuk iklan, kliennya adalah Google, Pure Leaf – Unilever dengan aktris Hollywood Darby Stanchfield dan master teh Unilever Alex White, Nespresso, dan SK-II. Dan media cetak seperti Daily Telegraph, Globe and Mail, Philadelphia Inquirer, Goteborg Posten, dll. Dengan gelar Magister Politik Indonesia dan latar belakang penyiaran yang kuat, Amalia menghadirkan gaya yang unik untuk setiap produksi.

HIKMAT DARMAWAN
Program Kreatif
Hikmat Darmawan terutama aktif sebagai kritikus dan kurator di ranah budaya popular dengan spesialisasi bidang komik, film, dan sastra. Pada 2010, ia terpilih sebagai peneliti di Asian Public Intellectuals Fellowship Program dan mengadakan penelitian jurnalistik selama setahun tentang globalisasi subkultur manga di Jepang, Thailand, Indonesia. Menulis kritik film sejak 1996 di media nasional (Tempo, Koran Tempo, Media Indonesia, Visual Art, dsb.) dan turut mendirikan situs kritik film Rumahfilm.org. Terpilih sebagai kritikus terbaik AFI (Apresiasi Film Indonesia) 2016, dan salah satu board Madani International Film Festival. Pernah menjadi ketua dewan juri FFI 2011 untuk film panjang, dan juri Tempo Film Festival 2019-2020. Saat ini, ia adalah wakil ketua 1 DKJ, direktur kreatif Pabrikultur, juga dosen tamu pascasarjana IKJ.
