Kata Sambutan BaliMakãrya 2022

Kata pengantar

Menyelenggarakan sebuah festival film adalah hal yang tidak mudah. Mempertahankan dan membangunnya adalah pekerjaan yang lebih berat lagi. Film festival ini melibatkan begitu banyak orang dengan begitu banyak keahlian untuk membuat acara ini terlaksana. BaliMakãrya Film Festival edisi kedua ini, menawarkan berbagai kegiatan yang menarik, pelatihan di bidang film, pertunjukan seni audio visual, dan tentu saja pemutaran film.

BaliMakãrya Film Festival bersifat unik karena berfokus pada film-film Asia Tenggara sebagai inti utama dari program film. Hal ini bertujuan untuk terciptanya sebuah pusat baru yang menampilkan bakat-bakat baru dari Asia Tenggara. Festival ini juga menghadirkan film-film Indonesia terbaru yang dikurasi  dengan seksama dan siap untuk tayang perdana. Dengan sejumlah juri internasional yang berasal dari berbagai institusi film dan pembuat film terkemuka, diharapkan akan meningkatkan standar ke tingkat yang lebih tinggi. Selain film, seksi “Beyond Cinema” akan menghadirkan berbagai bentuk seni yang berkolaborasi dengan film atau merespon film. Ada pertunjukan tari, forum puisi, pameran virtual dan pameran komik. Tidak ada festival film lain yang memiliki program seperti ini di Indonesia dan bahkan mungkin di Asia Tenggara.

BaliMakãrya Film Festival tidak hanya akan berfokus pada program dan penonton internasional, tapi juga melakukan pendekatan kearifan lokal dengan mencoba berkolaborasi dengan komunitas film lokal. Akan ada forum bagi komunitas untuk berbagi pengalaman, memutar film-film karya komunitas lokal dan juga ada wokshop dan masterclass untuk memperkaya pengalaman dalam mengikuti sebuah festival.

Kami sangat senang bisa mengundang para sutradara film dan seniman dari segenap penjuru kawasan regional Asia Tenggara untuk bertemu dengan penonton local, berinteraksi dan harapannya bisa bersinergi. Kami berharap film dapat menyatukan orang-orang dan berbagi kecintaan pada seni.
BaliMakãrya Film Festival berharap menjadi acara yang inklusif bagi semua orang. Ini adalah sebuah acara nirlaba yang dapat diakses oleh semua orang. Kami menyadari bahwa ini adalah festival baru tetapi kami berharap dapat melakukan lebih banyak kolaborasi dengan lebih banyak orang, organisasi, komunitas dan kami berharap untuk tumbuh bersama dan menjadikan Bali sebagai pusat perfilman Asia Tenggara di kemudian hari.

John Badalu
Program Director

 

Sambutan Gubernur Bali

Sambutan Gubernur Bali
Bapak Dr. Ir. I Wayan Koster, MM

Om Swastyastu
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera,
Shalom
Nama Budaya dan Rahayu untuk kita semua.

Puja Pangastuti Angayubagia dihaturkan kehadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa atas waranugraha-Nya kita diberkahi kesehatan dan keselamatan untuk penyelenggaraan BaliMakãrya Film Festival tahun 2022.

Saya menyambut baik penyelenggaraan BaliMakãrya Film Festival yang lahir di Bali oleh beberapa penggiat seni Bali dan Jakarta.

Ini menjadi sebuah kebanggaan anak negeri, khususnya Bali yang masih dalam suasana pandemi ini tidak menyurutkan idenya untuk menciptakan ruang kreativitas dalam berkarya. Lebih membanggakan lagi, BaliMakãrya adalah sebuah produk murni lokal namun meruang begitu luas hingga ke kancah baik nasional, regional maupun internasional.

Kita mesti bangga, BaliMakãrya Film Festival ini sebagai ajang seni yang dapat memberi peluang bagi siapa saja, khususnya generasi muda, yang berminat dalam dunia seni pada umumnya dan film khususnya untuk mengembangkan potensi atau bakatnya. Saya berharap, terselenggaranya BaliMakãrya Film Festival ini dapat memberi efek benefit atau keuntungan bagi perkembangan ekonomi dan pariwisata Bali dari dampak pandemi.
Hal itu sangat memungkinkan, karena BaliMakãrya Film Festival menyediakan ruang untuk menggali budaya audio-visual Bali sebagai dasar pengembangan industri perfilman Bali kelak berkiprah ke berbagai ruang.

Untuk itu, saya menyambut baik penyelenggaraan BaliMakãrya Film Festival 2022. Suatu hal yang jangan sampai lalai bahwa kita mesti tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat dimanapun dan kapanpun kita berada karena Pandemi belum usai.

Matur suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Sambutan Direktur Festival

BaliMakãrya Film Festival adalah cita-cita bersama untuk membuka ruang percakapan film khususnya di Asia Tenggara. Namun, bagi segenap anggota kepanitiaan ini, festival ini adalah kerinduan yang amat besar untuk berjumpa dan berbagi tentang hal yang amat dicintai yakni, film.

Festival ini meletakkan film sebagai jantungnya, tetapi, film juga selalu berkelindan dengan musik, sastra, teater. Sesuai dengan namanya, BaliMakãrya yang juga diselenggarakan di pulau Bali mewakili harapan kami, bahwa energi kreatif di Bali mengisi relung imajinasi bersama.

Bali dalam hal ini, bukan hanya menjadi latar belakang namun melampaui itu. Bali beserta komunitas berkeseniannya adalah intisari dari festival ini.

BaliMakãrya Film Festival ini adalah impian untuk menjadikan Bali sebagai titik pertemuan internasional bagi perhelatan film khususnya di kawasan Asia Tenggara. Impian ini sekaligus sebagai respon terhadap keadaan yang perlahan memulihkan diri dari koyakan pandemi. Pandemi membawa begitu besar perombakan dalam tatanan sosial kita, tetapi pada sisi lainnya, pandemi juga adalah momen mulat sarira, jika berpegang pada prinsip filosofis Hindu Bali. Momen refleksi untuk menggali inspirasi sehingga dapat memperkuat komunitas melalui kesenian.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Hilmar Farid, atas kepercayaan terhadap aspirasi dan visi kami yang tertuang dalam festival ini. Terhaturkan pula begitu besarnya rasa terima kasih kami pada Bapak Gubernur Provinsi Bali, Bapak Dr. Ir. I Wayan Koster, MM yang sudah memberi restu yang sangat berharga bagi pelaksanaan festival ini.

Sinema dalam festival ini adalah peristiwa tukar tangkap gagasan-gagasan terbaru yang berhubungan dengan budaya, nilai, konteks sosial yang tengah berkembang di Asia Tenggara. Khususnya bagi kiprah potensi generasi muda.

Film adalah karya seni yang dapat mendekatkan para insani satu dengan yang lainnya, melalui pengalaman-pengalaman hidup yang dibingkai secara sinematik dan berdaya membangun peradaban.

Terima kasih,

Salam hangat,

Saras Dewi
Direktur Festival

 

Speech from Director General of Culture

Speech from Director General of Culture

Hilmar Farid

BaliMakãrya Film Festival muncul dari kondisi krisis, saat lock down pandemi, sekaligus upaya yang perlu untuk menyehatkan ekosistem perfilman nasional dan mendorong pengembangan perfilman Indonesia yang mulai beranjak dewasa. Jangkauan Balimakãrya Film Festival yang meliputi wilayah Asia Tenggara dan dunia menunjukkan keseriusan upaya dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional di tengah pergaulan dunia.

Di tengah cukup semaraknya festival film dalam negeri maupun luar negri BaliMakãrya diharapkan dapat memberi manfaat yang signifikan bagi perkembangan dunia film itu sendiri maupun kemajuan budaya secara luas. Perkembangan teknologi digital dan informasi telah memperkaya budaya visual kita seperti tercermin dalam pesatnya perkembangan film sebagai sebuah unsur seni dan budaya yang terkemuka. Film menjadi media komunikasi yang paling hidup dan paling digemari di semua kalangan dan lapisan usia.

BaliMakãrya Film Festival dengan ini sangat diharapkan menjadi sebuah ajang perayaan yang merangsang potensi anak-anak muda baik untuk mengapresiasi maupun membuat film. Festival yang lahir dari dinamika lokal ini berdiri di atas fondasi kesejarahan budaya yang kaya untuk dijelajahi dan diberdayakan. Tidak dapat diragukan lagi bahwa Bali memiliki modal besar bagi unsur-unsur utama film, seperti sastra, seni rupa, tari, musik, teater dan lain-lain. Bukanlah pula sesuatu yang berlebihan apabila dilihat dari kekayaan visual alamnya, hospitalitas masyarakatnya, dan ketersediaan fasilitas infrastrukturnya, BaliMakãrya Film Festival mengusung visi untuk menjadikan Bali sebagai sentra bagi festival-festival film internasional.

Sebuah tantangan besar bagi festival-festival film di manapun adalah menciptakan keunikan lewat desain kegiatan yang membuatnya diminati masyarakat penikmat film dan komunitas-komunitas seni. Dengan inilah sebuah festival film bisa berlangsung secara baik dan langgeng.

BaliMakãrya mempersembahkan dua program besar; pemutaran dan kompetisi film khususnya dari sutradara-sutradara muda (emerging film directors) selama festival berlangsung serta aneka wahana interaksi yang melampaui sinema.

Semoga dengan program ini Balimakarya memiliki nilai unik yang dapat ditawarkan bagi masyarakat perfilman dan khalayak penikmat film di Indonesia dan dunia. Matur suksma. Terima kasih.

Om santi santi om
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

 

Copyright © 2026