Tentang

BALIMAKĀRYA diambil dari kamus bahasa Bali Kuno, Kārya yaitu kerja yang berkenaan upacara persembahyangan; Makārya yaitu menyelenggarakan upacara. Jadi secara harfiah bisa diartikan sebagai pekerjaan yang bernilai spiritual. Bali dalam hal ini bukan saja bermakna sebagai satu kesatuan wilayah di teritori administratif Provinsi Bali, bukan pula representasi dari kesatuan suku bangsa Bali, tetapi Bali adalah perwakilan dari satu ‘kesatuan rasa’ berkebangsaan Indonesia dan warga Dunia. Hal ini sangat berkaitan dengan diadakannya kegiatan ini, yaitu memasuki masa post-pandemi COVID-19, maka sudah saatnya Bali (sekali lagi sebagai satu ‘kesatuan rasa’) mulai melangkah bergerak untuk menghasilkan karya yang laik dipersembahkan untuk kemanusiaan dan lingkungan.

Balima-Karya berarti mengusahakan suatu pekerjaan bersama yang menjadi cerminan ‘nilai kerja komunal’ (gotong royong) yang menghasilkan karya. Sifat-sifat Budi Pekerti juga ada 5, antara lain: Rela dan menerima keadaan, Jujur, Sabar, Mawas Diri, Budi Luhur.

BALIMAKĀRYA adalah rangkaian kegiatan berupa art collaboration projects dalam lima bidang utama antara lain; Film, Musik, Sastra, Teater, dan Keunikan Budaya yang diselenggarakan di Bali. Sebagaimana 5 karya fenomenal alam semesta yaitu lima indera manusia, lima jari manusia, masing-masing kiri dan kanan, tangan dan kaki. Begitupula karya fenomenal yang digali founding father Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno yaitu Pantja-Sila: lima sila dasar yang melandasi kehidupan bangsa Indonesia dalam berkehidupan (filosofi gronslag).

Ide ini digagas oleh Tommy F. Awuy yang mengusung visi bahwa karya seyogyanya berorientasi pada kemanusiaan, lingkungan hidup, dan kebudayaan, dengan tujuan tidak lain adalah untuk meningkatkan martabat manusia Indonesia dan seluruh umat dunia, ditopang oleh lingkungan hidup yang berkualitas dan sehat.

Sejauh ini rangkaian BALIMAKĀRYA projects sudah mengadakan BALIMAKĀRYA Festival Film Pendek dan Dokumenter 2021 yang diadakan pada Oktober 2021 yang menghadirkan maestro film Indonesia, yaitu Garin Nugroho sebagai Dewan Pengarah

Festival sekaligus Dewan Juri. Kolaborasi yang diinisiasi oleh Komunitas Purba ini menggandeng berbagai pihak antara lain: Yayasan Rizoma, Kebon Vintage Cars & Museum, Focus Production, Ratu Restaurant, Dharma Negara Alaya, Partikel Production, dan Indo Business Law. Konsep Festival yang diselenggarakan di masa pandemi ini dilakukan secara daring dengan melibatkan 484 karya film dari 25 provinsi di Indonesia.

Seturut dengan itu pula, gagasan untuk aktivitas berikutnya dilanjutkan dengan FESTIVAL FILM INTERNASIONAL 2022 yang diinisiasi oleh Tommy Awuy dan Amalia Ahmad, sebagai bentuk peningkatan kualitas kegiatan yang sebelumnya telah sukses terlaksana secara nasional di tahun 2021.

 

 

 

Copyright © 2026