BaliMakãrya Film Festival Will Take Place October 16 – 21.
1. South-East Asia Main Competition
South-East Asia Main Competition, sebuah kompetisi untuk film-film terbaik dari Asia Tenggara yang diseleksi kemudian dipertunjukkan ke publik. Program ini akan menjadi arena prestisius untuk penghargaan ke pekerja film di Asia Tenggara.
2. South-East Asia Documentary Competition
South-East Asia Documentary Competition, akan menampilkan 5 (lima) film terpilih di kawasan ini yang membawa isu-isu regional penting untuk membuka dialog.
3. Short Film Screening
Short Film Screening akan menampilkan visi yang kuat dari pembuat film baru dari Asia Tenggara
4. Cinema by the Sea
Cinema by the Sea atau Sunset Cinema. Menekankan acara pemutaran film yang bisa diakses publik secara luas agar ikut merayakan festival ini dengan pemutaran film layar tancap di tepi pantai selama festival film berlangsung. Cinema by the Sea atau Sunset Cinema akan memutar film-film yang populer/komersial (box office).
5. Beyond Cinema
Program Kreatif, Beyond Cinema yang diampu Hikmat Darmawan, akan diisi dengan kegiatan pameran bertajuk IMAGI (NATIVE) CONNECTION: South East Asian Visual Culture Koneksi budaya sinema, komik, ilustrasi, grafis, dan seni visual tradisional jejak prasasti Yeh Pulu, prasi lontar, pahatan dan lain-lain. Selain itu juga akan diselenggarakan diskusi, yang bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara yang bertajuk Roundtable/academic panel: Fan Culture Studies in SEA.
Adapun pameran akan berpusat di Rumah Komik (di dekat prasasti Yeh Pulu) serta dalam bentuk eksebisi virtual via sebaran 50 titik QR Code di tempat-tempat strategis di Denpasar.
Untuk pagelaran Panggung Puisi: Jagat Rupa, Jagat Kata. Merespon Layar, Menafsir Gambar, akan mengambil lokasi di Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP) Renon, Denpasar.
Pertunjukan lainnya yang akan ditampilkan adalah Imaji Tari Edisi Khusus Asia Tenggara. Kegiatan ini bekerjasama dengan Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta, menayangkan film-film pemenang festival Imaji Tari dari Asia Tenggara dengan pertunjukan tari merespon film yang ditayangkan dan diskusi.